Friday, February 24, 2017

PENINGGALAN SEJARAH ISLAM DI SUMATERA UTARA : SEJARAH MASJID AZIZI KESULTANAN LANGKAT

LAPORAN AKHIR SEMESTER
MASJID AZIZI SEBAGAI SAKSI KEBESARAN ISLAM DI KESULTANAN LANGKAT 1902


KATA PENGANTAR
            Puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana atas berkat dan rahmatnya saya selaku penelis dapat menyelesaikan Laporan akhir yang berjudul “MASJID AZIZI SEBAGAI SAKSI KEBESARAN ISLAM DI KESULTANAN LANGKAT 1902”. Disusun untuk melengkapi tugas-tugas sebelumnya.
            Begitu banyak kesulitan yang dihadapi penulis, akan tetapi berkat izin Allah SWT dan bantuan bapak Ibnu Hajar,Spd sebagai guru sejarah yang selalu memberikan arahan. akhirnya laporan ini dapat terselesaikan, untuk itulah penulis sangat berterimakasih kepada bapak Ibnu Hajar,Spd. Penulis juga menyadari banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini dengan hormat,ketulusan dan kerendahan hati,penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.      Bapak Ibnu Hajar,Spd selaku guru sejarah Kelas X, SMA Negeri 7 Binjai
2.      Bapak Azhari Bangun dan bapak Pasarudin selaku penanggung jawab Masjid Azizi yang bersedia member informasi kepada kami.
3.      Bapak Zaki orang tua dari teman saya Anisa Putri yang telah menyediakan kendaraan pribadinya untuk mengantarkan kami ke masjid azizi.
4.      Bapak Udin orang tua dari teman saya Wahyu Ramadhana yang telah mengantarkan kami ke masjid azizi dengan suka rela.
5.      Teristimewa kedua orang tua tercinta Ayahanda dan Ibunda yang tak pernah henti memberikan doa,semangat,dukungan,dan keikhlasan untuk setiap langkah penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan akhir di Kelas X IPS - 1

            Dengan segala keterbatasan, penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca yang bersifat membangun . Akhirnya penulis dengan penuh harapan agar kiranya laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Binjai, 14 Mei 2015
Penulis,



Nia Pratiwi Lubis


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………..…………………………... i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………...iii
BAB 1             PENDAHULUAN………………………………………....…….….. 1
A.    Latar Belakang Masalah………………………………………..…1
B.     Identifikasi Masalah……………………………………………....2
C.     Perumusan Masalah………………………………………..….......3
D.    Tujuan Laporan……………………………………………………3
E.     Manfaat Laporan………………. …………………………….…...4
BAB II            PEMBAHASAN……..……………………………………………….6
A.    Hasil Laporan……………………………………………………...6
1.      Sejarah pendirian Masjid Azizi di Kesultanan Langkat……....6
2.      arsitektur dari Masjid Azizi…………………….……………..6
3.      Bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat……..10
4.      Setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi peninggalan
kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat………..11
5.      peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum
Langkat………………………………………………………12
6.      Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid
Azizi dengan masjid dan Kesultanan langkat……………......13
7.      Bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan masa – masa
sebelum datangnya islam……………………..……………...14
BAB III          PENUTUP…………………………………………………………..15
A.    Kesimpulan………………………………………..……………..15
B.     Saran………………………………………...…………………...15
LAMPIRAN…………………………………………..…………………………….17


BAB I  
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 13-M menurut teori Gujarat. Indonesia sendiri adalah Negara dengan penganut islam terbesar didunia menurut “The Pew Forum On Religion & Public life pada tahun 2010” meskipun yang kita tahu bahwa indonesia jauh dari Negara islam. Indonesia memiliki 12,7 persen dari total muslim di dunia dan di Indonesia memiliki 88,1 persen dari penduduk Indonesia sendiri. Tak heran bila mana di Indonesia terdapat banyak jejak – jejak peninggalan bersejarah zaman islam seperti kesultanan langkat yang memiliki peninggalan berupa Masjid Azizi. Masjid Azizi sendiri didirikan oleh Sultan Tengku Abdul Azizi Abdul Djalil Rahmat Syah 1897-1927 M dengan luas 18.000M2. Masjid Azizi merupakan perpaduan arsitektur antara bercorak Timur Tengah dan India dengan dinding nya dipewnuhi dengan kaligrafi dan corak flora. Masjid Azizi terakulturasi dengan budaya lama yaitu dengan adanya  menara yang menjulang tinggi. Arsitek masjid adalah orang Jerman. Pekerjanya banyak berasal dari etnis Tionghoa. Sedangkan bahan bangunan didatangkan dari Penang Malaysia dan Singapura dengan menggunakan kapal ke Tanjungpura melalui akses Sungai Batang serang. Tak hanya masjid di sekitar Masjid juga kami mendapati peninggalan keultanan langkat yang berupa Madrasah Masrurah Setelah Sultan Tengku Abdul Azizi Abdul Djalil Rahmat Syah wafat ia pun dimakam kan di area masjid azizi bersama dengan ayah nya Sulthan Haji Musa al-Khalidy al-Mu`azam Syah dan pembangunan pun dilanjutkan oleh anaknya Sultan Mahmud, sultan ini memiliki menantu yang tak asing di telinga kita yaitu T.Amir Hamzah yang kita kenal sebagai seorang pahlawan nasional sekaligus penyair angkatan balai pustaka. Karya – karya T.Amir Hamzah dapat kita temukan di dalam museum langkat berupa puisi – puisi dan peninggalan kesultanan langkat lainnya yang letaknya tak jauh dari Masjid Azizi. Jadi kita tak perlu heran bila Masjid ini terkenal hingga ke luar negeri .Banyak turis dari Malaysia, Singapura dan Brunei yang singgah di sini untuk salat dan berdoa.

B.Identifikasi Masalah
      Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dikemukakan identifikasi masalah sebagai berikut :
1.      Sejarah pendirian Masjid Azizi di Kesultanan Langkat
2.      arsitektur dari Masjid Azizi
3.      Bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat
4.      Setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
5.      peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
6.      Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan masjid dan Kesultanan langkat
7.      Bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan masa – masa sebelum datangnya islam

C.Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut dapat ditarik beberapa pertanyaan sebagai rumusan masalah yang akan dibahas secara lebih mendalam. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :
1.      Bagaimana sejarah pendirian Masjid Azizi di Kesultanan Langkat?
2.      Bagaimana bentuk arsitektur dari Masjid Azizi?
3.      Apa bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat?
4.      Mengapa setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi?
5.      Apa  peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat?
6.      Apa Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan Masjid dan Kesultanan langkat?
7.      Bagaimana bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan unsur pra islam

D.Tujuan Laporan
Berdasarkan rumusan masalah diatas , tujuan dari laporan ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui sejarah pendirian Masjid Azizi pada di Kesultanan Langkat
2.      Untuk mengetahui bentuk arsitektur dari Masjid Azizi
3.      Untuk mengetahui bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat
4.      Untuk mengetahui alasan mengapa setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi
5.      Untuk mengetahui peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
6.      Untuk mengetahui Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan Masjid dan Kesultanan langkat
7.      Untuk mengetahui bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan dengan unsur pra islam

E.Manfaat Laporan
            Dari tujuan laporan dapat kita ambil manfaat laporan ini adalah sebagai berikut :
1.      Pembaca dapat mengetahui sejarah pendirian Masjid Azizi pada di Kesultanan Langkat
2.      Pembaca dapat mengetahui bentuk arsitektur dari Masjid Azizi
3.      Pembaca dapat mengetahui bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat
4.      Pembaca dapat mengetahui alasan mengapa setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi
5.      Pembaca dapat mengetahui peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
6.      Pembaca dapat mengetahui Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan Masjid dan Kesultanan langkat
7.      Pembaca dapat mengetahui bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan unsur pra islam


BAB II 
PEMBAHASAN

A.HASIL LAPORAN
1.      Sejarah Pendirian Masjid Azizi Di Kesultanan Langkat
      Masjid Azizi adalah masjid peninggalan Kesultanan Langkat yang berada di kota Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang merupakan ibukota kesultanan Langkat di masa lalu. Masjid ini terletak di tepi jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Medan dengan Banda Aceh. Keindahan.Masjid Azizi dibangun atas anjuran Syekh Abdul Wahab Babussalam pada masa pemerintahan Sultan Musa al-Muazzamsyah. Masjid Azizi Tanjung Pura ini didirikan pada dua generasi kesultanan Langkat. Pembangunan masjid yang pertama Mulai dibangun pada Masjid ini didirikan pada 12 Rabiul Awal tahun 1320 H (1899M) atau setidaknya 149 tahun sejak Langkat resmi berdiri sebagai Kesultanan, namun Sultan Musa wafat sebelum pembangunan masjid selesai dilaksanakan. Pembangunan diteruskan oleh putranya yang bergelar Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah (1897-1927) Sultan Langkat ke-7. Kemudian diberi nama dengan Azizi sesuai dengan nama Sulthan Tengku Abdul Aziz, masjid ini memiliki kemegahan dan keindahan, masjid ini dapat menampung ribuan jema`ah, berdiri di tanah seluas 18.000 M2. dan selesai di bangun dalam tempo waktu 18 bulan, dibuat oleh kontraktor berkebangsaan Jerman. Masjid Azizi diresmikan sendiri oleh Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dan peringatan perubahan Kerajaan menjadi kesultanan Langkat pada tanggal 12 Rabiul Awal 1320H (13 Juni 1902 M) menghabiskan dana sekitar 200,000 Ringgit dan dinamai masjid Azizi sesuai dengan nama Sultan Abdul Aziz Djalil RachmatSyah. Menurut informasi yang saya dapat bahwa masjid azizi ini belum pernah ada renovasi berupa perombakan bangunan nya sejak didirikan paling hanya penggantian cat saja. Pada saat szaya melakukan kunjungan saya mendapati rumor bahwa , dahulu masjid azizi ini memiliki arah kiblat yang salah dimana masjid tidah mengarah ke barat. Tapi dengan kekuatan  batin dari Sultan Abdul Aziz Djalil RachmatSyah ia membenarkan kibklat masjid ini.

2.      Arsitektur Masjid Azizi
            Bukti fisik dari kebesaran Kesultanan Melayu Langkat ini adalah berupa bangunan masjid yang memiliki arsitektur bernilai tinggi, yaitu masjid Azizi Tanjung Pura.Keindahan Masjid Azizi ini kemudian dijadikan rujukan pembangunan Masjid Zahir di Kedah, Malaysia, hingga kedua masjid tersebut memiliki kemiripan satu dengan yang lain. Rancangan masjid ditangani oleh seorang arsitek berkebangsaan Jerman, para pekerjanya banyak dari etnis Tionghoa dan masyarakat Langkat sendiri. Sedangkan bahan bangunan didatangkan dari Penang Malaysia dan Singapura dengan menggunakan kapal ke Tanjungpura. Sedangkan keramik dinding dan lantai jelas bercorak Cina dan Eropa..Masjid Azizi bercorak campuran Timur Tengah dan India dengan banyak .Lampu gantung berwarna perak (dulu berwarna kuning karena terbuat dari kuningan dan kemudian disepuh perak) berasal dari Negeri Belanda .Bangunan induk berukuran 25 × 25 m dan tinggi ± 30 m. Ketiga sisi Masjid dilengkapi dengan serambi masing masing di sisi timur, utara dan selatan, masing masing serambi ini berhubungan langsung dengan koridor di tiga sisi masjid dan langsung menuju ke pintu masuk. Tiang serambi yang berdiri di sisi kiri dan kanannya berbentuk persegi delapan mirip menara dalam ukuran kecil dengan bagian ujungnya berbentuk kuncup bunga. Serambi dan teras masjid dilengkapi dengan pilar pilar dan lengkungan khas timur tengah dihias dengan kaligrafi, bentuk bentuk geometris dan ukiran floral. Ruang utama masjid dindingnya empat persegi panjang berukuran 20 × 20 m. Lantai ruang utama tadinya berlapis keramik tapi kini diganti dengan marmer, sisanya lantai keramiknya masih dapat dilihat di bagian tengah lantai ruang utama. Bagian dinding luar ruang utama dihiasi dengan kaligrafi al-Qur’an, hiasan geometris, dan floraral. Dinding bagian dalam ruang utama penuh dengan hiasan, sisi bawahnya dilapisi marmer, sedangkan sisi atasnya dihiasi kaligrafi al-Qur’an, bentuk geometris dan floral. Mihrab dan mimbar masjid Azizi terbuat dari marmer. Yang menjadi ciri khas bangunan dari masjid Azizi ini adalah ornamen warna khas Melayu Islam yaitu kuning. Serta arsitektur bangunan fisik kubah dan menara yang dilihat dari luar tampak seperti bangunan masjid Islam di India. Sementara arsitektur dalam masjid tampak seperti bangunan masjid pada masa Ottoman Turki yang dipenuhi tulisan kaligrafi Arab pada dinding-dinging tembok masjid. Menara masjid terletak di timur laut masjid dengan tinggi sekitar 60 meter serta ukiran pada pintu-pintunya bernuansa arsitektur Tiongkok. Menara ini memiliki tangga yang berputar didalam menara dengan jumlah nya 121. Menara dilengkapi 2 lantai yang pertama memiliki 56 tangga dan yang kedua memiliki 65 tangga. Saya bersyukur saya dapat berkesempatan menaiki menara hingga ke lantai dua nya. Disana saya sangat menikmati pemandangan langkat dan keindahan masjid azizi secara keseluruhan. Bagian bawah menara dilengkapi sebuah pintu. Bagian kedua dihiasi dengan sebuah jendela lengkung pada setiap sisinya. Bagian atapnya berbentuk kubah dengan bulan di puncaknya. Bangunan utamanya bercorak Timur Tengah dan India dengan lebih dari sembilan kubah. Di dalamnya terdapat bangunan segi sembilan dengan tiang menjulang ke atas. Tempat khatib berkhutbah berbentuk mihrab berundak yang cukup tinggi seperti pelaminan raja. Disisi masjid terdapat perpustakaan amir hamzam yang bernama Balai Pustaka Amir Hamzah. Didalamnya kita dapat menjumpai peninggalan amir hamzah berupa buku karangan nya dan beberapa foto mengenai kesultanan langkat. Namun sangat disayang kan,saya tak dapat masuk kedalam nya dikarenakan juru kunci tidak berada ditempat. Jadi saya hanya dapat melihat dan mengabadikan nya dari jauh melalui jendela nya.Masjid ini mirip bangunan masjid raya Kesultanan Deli di Medan, karena bagaimanapun Langkat dan Deli masih ada hubungan kekerabatan. Demikian juga, bangunan Masjid Zahir di Kedah mirip dengan masjid Azizi ini. Itu barangkali karena Sultan Langkat pernah memiliki hubungan perkawinan dengan Sultan Kedah.

3.      Bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat
Banyak sekali kepedulian yang diberikan para sultan langkat kepada masyarakatnya diantaranya dengan dibangunnya Masjid azizi ini sendiri. Sultan memiliki pemikiran bahwa islam akan berkembang . jadi, ia berinisiatif untuk membangun masjid guna kepentingan rakyatnya dikemudian hari dan para sultan juga membangun madrasah yang bernama Masrurah. Pada awalnya madrasah (maktab) ini hanya disediakan untuk anak-anak keturunan raja dan bangsawan saja, namun pada perkembangannya maktab ini memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk dapat belajar dan menuntut ilmu.Di madrasah ini dapat kita jumpai tokoh-tokoh terkenal yang pernah menimba ilmu di madrasah ini seperti Adam Malik yang pernah menjabat sebagai wakil presiden Indonesia dan T.Amir Hamzah yang kita kenal sebagai pahlawan nasional dan penyair angkatan balai pustaka. Bangunan induknya berlantai dua. Jendela-jendela lebar berwarna hijau menghiasi dinding bangunan bercorak klasik yang berwarna kuning. lembaga pendidikan yang dibangun oleh Sultan Langkat Abdul Azis Abdul Djalil Rahmadsyah pada 22 Muharam 1330 H atau 15 Desember 1912 M. Pada awal pembangunannya, didirikan tiga lembaga pendidikan, yakni Madrasah Al-Masrullah pada 1912, Madrasah Al-Aziziah pada 1914, dan Madrasah Mahmudiyah pada 1921Langkat Tak hanya ini saya juga mendapat kan informasi bahwasanya , Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah memanggil tuan guru dari Rokan Tengah (Riau) beliau adalah Syekh Abdul Wahab Rokan dikenal juga dengan Syekh Basilam yang merupakan murid dari Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Qubais Mekkah. Beliau lah yang mengajari masyarakat langkat dalam beragama. Beliau juga yang membangun perkampungan islam di besillam. Dikampung inilah pusat penyebaran Tharikat Naqsybandiah. Pendidiknya adalah para tuan guru yang didatangkan langsung dari Kairo (Mesir), Saudi Arabia, dan negeri-negeri Timur Tengah lainnya. Biaya pendidikan pun ditanggung oleh Kesultanan. Bahkan, untuk murid-murid yang berprestasi, ada semacam beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, baik ke Mekkah, Madinah, maupun Mesir.

4.      Setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat

Di masjid Azizi Tanjung Pura setiap tahunnya diadakan Festival Azizi ini merupakan perayaan tahunan untuk memperingati wafatnya Sang Guru Sjech Rokan sang pendiri perkampungan Babasussalam di Tanjung Pura. Kegiatannya beragam, mulai dari lomba barzanzi, azan, marhaban, dan baca puisi. Babussalam Syeikh Abdul Wahab Rokan, yang dikenal sebagai ulama penyebar Tariqat Naqsabandiah. Pengikutnya menyebar hingga ke Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, dan negara-negara AsiaTenggara. Menurut informasi,festiva azizi ini sebenarnya tidak ada hubungan dengan masjid azizi dan sejarah nya. Tapi, hanya karena tempat diadakannya festival adalah masjid azizi maka acara ini diberi nama festivalazizi.

5.      Peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
Museum daerah Kabupaten Langkat terletak di kota Tanjung Pura. Keberadaan Museum Daerah ini dirintis pada tahun 2003 dengan memanfaatkan gedung bekas Kerajaan Sultan Langkat yang didirikan pada tahun 1905. Museum ini terletak di Jl. T. Amir Hamzah dan tidak seberapa jauh dari Mesjid Azizi Tanjung Pura. Keberadaan museum ini dalam kiprahnya terus berusaha untuk melengkapi benda-benda khasanah peninggalan sejarah dan juga benda-benda budaya dari beberapa etnis yang ada di Kabupaten Langkat seperti Melayu, Karo dan Jawa. Dengan luas gedung sekitar 1500 m2, terhimpun menyimpan, merawat dan memperkenalkan aneka ragam benda/barang antara lain: benda/barang milik pribadi T. Amir Hamzah, khasanah berbagai peralatan rumah tangga, alat musik, busana, alat permainan tradisonal dan lain-lain, peralatan buda dan miniatur rumah daerah Jawa, Budaya Karo dan juga miniatur rumah adat Karo, peralatan perjuangan pada masa sebelum kemerdekaan, benda-benda peninggalan Tuan Guru Babussalam, seperti foto Tuan Guru Babussalam I sampai dengan yang sekarang dan banyak lagi yang lainnya, miniatur Mesjid Azizi, serta miniatur Rumah T. Amir Hamzah, Replika Singgasana Sultan Langkat. Pada dinding-dinding dipajangkan pula foto-foto mantan pemimpin-pemimpin kabupaten Langkat seperti foto-foto para Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Langkat dan lain-lain.


6.      Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan masjid dan Kesultanan langkat
      Pada sisi barat di luar bangunan masjid Azizi terdapat makam para sultan Langkat yaitu Sultan Musa, Sultan Abdul Azizi dan Sultan Mahmud, serta makam guru ngaji para sultan Langkat yaitu Sjech Muhammad Yusuf. Lalu terdapat makam para permaisuri dan anak cucu keluarga kesultanan langkat.Selain itu terdapat juga makam dari pujangga dan pahlawan nasional Tengku Amir Hamzah diluar makam sultan namun tetap berada di area masjid azizi. Dan terdapat makam umum bagi masyarakat langkat yang memiliki kartu pemakaman. Tidak ada syarat khusus untuk dimakamkan di area ini ,cukup hanya dengan memiliki keluarga yang berada dilangkat kita dapat meminta tanah perkuburan disana. orang-orang yang dimakamkan di area ini pastilah memiliki hubungan yang sangat erat baik peran dalam masjid azizi maupun kesultanan langkat itu sendiri. Seperti yang dapat kita ambil contoh yaitu makam Sultan Abdul Azizi yang medmiliki peran dalam pembangunan masjid azizi dan perkembangan pendidikan di langkat serta memerintah kesultanan langkat. Selanjutnya, sjech Muhammad Yusuf adalah guru ngaji yang mengajarkan masyarakat langkat. Beliau merupakan murid dari sjech abdul wahab rokan yang berasal dari riau. Tidak lupa pula sang pahlawan nasional dan penyair angkatan balai pustaka yang taka asing bagi kita yaitu T.Amir Hamzah salah seorang menantu dari sultan Mahmud. T.Amir Hamzah juga dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan bangsawan . namun, ia adalah orang yang sederhana,alim,bijaksana. Beliau wafat pada saat revolusi kesultanan langkat di istana langkat tahun 1946.

7.      Bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan unsur pra islam
Pada masjid ini jelas terlihat perpaduan antara unsure islam dengan pra islam. Masjid ini mendapat akulturasi dari budaya hindu-budha yaitu dengan ada nya menara di sisi timur masjid. Untuk islam sendiri sebenarnya tidak ada menara yang berfungsi sebagai tempat mengumandangkan azan. Masjid kuno Indonesia menandai masuknya waktu shalat hanya cukup dengan memukul beduk atau kentongan. namun, masjid tetap boleh  menggunakan menara karena tidak ada larangan tertentu dalam agama selagi tidak melanggar syariat agama. Hal ini dianggap karena islam menghargai budaya yang masuk ke Indonesia sebelum islam masuk ke Indonesia. Serta jika kita amati lebih teliti ,kuburan dari para sultan langkat pun mendapatkan akulturasi budaya lama yaitu diamana bentuk dari kuburannya sendiri bertingkat-tingkat atau berundak-undak yang ada pada masa praaksara.

BAB III 
PENUTUP
A.Kesimpulan
            Masjid azizi dibangun selama dua periode yang pertama oleh sultan musa dan setelah sultan musa meninggal pembangunan dilanjutkan oleh anak nya sultan abdul aziz syah. Arsitektur masjid azizi ini adalah seorang kebangsaan Jerman serta bahannya berasal dari Malaysia dan Singapore. Kepedulian sultan jelas terlihat dengan adanya makhtab Masrurah dan masjid azizi ini sendiri. setiap tahunnya di masjid azizi mengadakan festival azizi. Festival ini dibuat untuk memperingati haul nya sjeh abdul wahab rokan. Banyak peninggalan kesultanan langkat di museum langkat yang dulunya merupakan balai kerapatan kesultanan langkat .Agar anak cucu yang akan datang dapat melihat nya. Di area masjid azizi ini pun terdapat makam-makam yang sangat berpengaruh di langkat seperti para sultan beserta keluarganya, T.Amir Hamzah, dan masyarakat langkat sendiri. jika kita memperhatikan masjid ini tampak terlihat bahwa masjid ini mendapat akulturasi dari budaya lama seperti adanya menara (hindu-buddha) dan bentuk dari kuburan yang bertingkat atau undak-undak(pra aksara)

B.Saran
Saya selaku penulis memberikan saran sebagai berikut :
1.      Perawatan masjid azizi ini sendiri. karena sewaktu saya datang saya menjumpai sampah yang tak lazim keberadaan nya. Walaupun tidak banyak namun cukup mengganggu pandangan mata.
2.      Saya berharap museum langkat dapat dibuka setiap hari dan dalam waktu buka yang lebih lama dan sebaiknya juru kunci museum sendiri bertempat tinggal tak jauh dari museum. Karan ,sewaktu saya datang saya tidak bisa masuk ke dalam museum karena pada saat itu adalah hari libur dan ketika ingin minta izin untuk masuk ke museum ternyata rumah juru kunci nya berada di stabat.

No comments:

Post a Comment