MASJID
AZIZI SEBAGAI SAKSI KEBESARAN ISLAM DI KESULTANAN LANGKAT 1902
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang
mana atas berkat dan rahmatnya saya selaku penelis dapat menyelesaikan Laporan
akhir yang berjudul “MASJID AZIZI SEBAGAI SAKSI KEBESARAN ISLAM DI KESULTANAN
LANGKAT 1902”. Disusun untuk melengkapi tugas-tugas sebelumnya.
Begitu banyak kesulitan yang
dihadapi penulis, akan tetapi berkat izin Allah SWT dan bantuan bapak Ibnu
Hajar,Spd sebagai guru sejarah yang selalu memberikan arahan. akhirnya laporan
ini dapat terselesaikan, untuk itulah penulis sangat berterimakasih kepada
bapak Ibnu Hajar,Spd. Penulis juga menyadari banyak mendapatkan bantuan dan
bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini dengan
hormat,ketulusan dan kerendahan hati,penulis mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak
Ibnu Hajar,Spd selaku guru sejarah Kelas X, SMA Negeri 7 Binjai
2. Bapak
Azhari Bangun dan bapak Pasarudin selaku penanggung jawab Masjid Azizi yang bersedia
member informasi kepada kami.
3. Bapak
Zaki orang tua dari teman saya Anisa Putri yang telah menyediakan kendaraan
pribadinya untuk mengantarkan kami ke masjid azizi.
4. Bapak
Udin orang tua dari teman saya Wahyu Ramadhana yang telah mengantarkan kami ke
masjid azizi dengan suka rela.
5. Teristimewa
kedua orang tua tercinta Ayahanda dan Ibunda yang tak pernah henti memberikan
doa,semangat,dukungan,dan keikhlasan untuk setiap langkah penulis sehingga
penulis dapat menyelesaikan laporan akhir di Kelas X IPS - 1
Dengan segala keterbatasan, penulis
menyadari bahwa laporan ini jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu penulis
mengharapkan kritik dan saran pembaca yang bersifat membangun . Akhirnya
penulis dengan penuh harapan agar kiranya laporan ini dapat bermanfaat bagi
penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Binjai, 14 Mei 2015
Penulis,
Nia Pratiwi Lubis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………..…………………………... i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………...iii
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………....…….…..
1
A. Latar
Belakang Masalah………………………………………..…1
B. Identifikasi
Masalah……………………………………………....2
C. Perumusan
Masalah………………………………………..….......3
D. Tujuan
Laporan……………………………………………………3
E. Manfaat
Laporan………………. …………………………….…...4
BAB II PEMBAHASAN……..……………………………………………….6
A. Hasil
Laporan……………………………………………………...6
1. Sejarah
pendirian Masjid Azizi di Kesultanan Langkat……....6
2. arsitektur
dari Masjid Azizi…………………….……………..6
3. Bentuk
kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat……..10
4. Setiap
tahunnya diadakan festival masjid azizi peninggalan
kesultanan
langkat yang berada di Museum Langkat………..11
5. peninggalan
kesultanan langkat yang berada di Museum
Langkat………………………………………………………12
6. Hubungan
orang-orang yang di makam kan di area Masjid
Azizi dengan
masjid dan Kesultanan langkat……………......13
7. Bentuk
akulturasi dari Masjid Azizi dengan masa – masa
sebelum datangnya islam……………………..……………...14
BAB III PENUTUP…………………………………………………………..15
A. Kesimpulan………………………………………..……………..15
B. Saran………………………………………...…………………...15
LAMPIRAN…………………………………………..…………………………….17
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Masalah
Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 13-M menurut
teori Gujarat. Indonesia sendiri adalah Negara dengan penganut islam terbesar
didunia menurut “The Pew Forum On Religion & Public life pada tahun 2010” meskipun
yang kita tahu bahwa indonesia jauh dari Negara islam. Indonesia memiliki 12,7
persen dari total muslim di dunia dan di Indonesia memiliki 88,1 persen dari
penduduk Indonesia sendiri. Tak heran bila mana di Indonesia terdapat banyak
jejak – jejak peninggalan bersejarah zaman islam seperti kesultanan langkat
yang memiliki peninggalan berupa Masjid Azizi. Masjid Azizi sendiri didirikan oleh
Sultan Tengku Abdul Azizi Abdul Djalil Rahmat Syah 1897-1927 M dengan luas
18.000M2. Masjid Azizi merupakan perpaduan arsitektur antara
bercorak Timur Tengah dan India dengan dinding nya dipewnuhi dengan kaligrafi
dan corak flora. Masjid Azizi terakulturasi dengan budaya lama yaitu dengan
adanya menara yang menjulang tinggi. Arsitek
masjid adalah orang Jerman. Pekerjanya banyak berasal dari etnis Tionghoa.
Sedangkan bahan bangunan didatangkan dari Penang Malaysia dan Singapura dengan
menggunakan kapal ke Tanjungpura melalui akses Sungai Batang serang. Tak hanya masjid di sekitar Masjid
juga kami mendapati peninggalan keultanan langkat yang berupa Madrasah Masrurah
Setelah Sultan Tengku Abdul Azizi Abdul Djalil Rahmat Syah wafat ia
pun dimakam kan di area masjid azizi bersama dengan ayah nya Sulthan Haji Musa
al-Khalidy al-Mu`azam Syah dan pembangunan pun dilanjutkan oleh anaknya Sultan
Mahmud, sultan ini memiliki menantu yang tak asing di telinga kita yaitu T.Amir
Hamzah yang kita kenal sebagai seorang pahlawan nasional sekaligus penyair
angkatan balai pustaka. Karya – karya T.Amir Hamzah dapat kita temukan di dalam
museum langkat berupa puisi – puisi dan peninggalan kesultanan langkat lainnya yang
letaknya tak jauh dari Masjid Azizi. Jadi kita tak perlu heran bila Masjid
ini terkenal hingga ke luar negeri .Banyak turis dari Malaysia, Singapura dan
Brunei yang singgah di sini untuk salat dan berdoa.
B.Identifikasi Masalah
Berdasarkan
latar belakang tersebut, maka dapat dikemukakan identifikasi masalah sebagai
berikut :
1. Sejarah
pendirian Masjid Azizi di Kesultanan Langkat
2. arsitektur
dari Masjid Azizi
3. Bentuk
kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat
4. Setiap
tahunnya diadakan festival masjid azizi peninggalan kesultanan langkat yang
berada di Museum Langkat
5. peninggalan
kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
6. Hubungan
orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan masjid dan Kesultanan
langkat
7. Bentuk
akulturasi dari Masjid Azizi dengan masa – masa sebelum datangnya islam
C.Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut dapat ditarik
beberapa pertanyaan sebagai rumusan masalah yang akan dibahas secara lebih
mendalam. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :
1. Bagaimana
sejarah pendirian Masjid Azizi di Kesultanan Langkat?
2. Bagaimana
bentuk arsitektur dari Masjid Azizi?
3. Apa
bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat?
4. Mengapa
setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi?
5. Apa
peninggalan kesultanan langkat yang
berada di Museum Langkat?
6. Apa
Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan Masjid dan Kesultanan
langkat?
7. Bagaimana
bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan unsur pra islam
D.Tujuan Laporan
Berdasarkan rumusan masalah diatas , tujuan dari
laporan ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk
mengetahui sejarah pendirian Masjid Azizi pada di Kesultanan Langkat
2. Untuk
mengetahui bentuk arsitektur dari Masjid Azizi
3. Untuk
mengetahui bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat
4. Untuk
mengetahui alasan mengapa setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi
5. Untuk
mengetahui peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
6. Untuk
mengetahui Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan
Masjid dan Kesultanan langkat
7. Untuk
mengetahui bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan dengan unsur pra islam
E.Manfaat Laporan
Dari
tujuan laporan dapat kita ambil manfaat laporan ini adalah sebagai berikut :
1. Pembaca
dapat mengetahui sejarah pendirian Masjid Azizi pada di Kesultanan Langkat
2. Pembaca
dapat mengetahui bentuk arsitektur dari Masjid Azizi
3. Pembaca
dapat mengetahui bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat
4. Pembaca
dapat mengetahui alasan mengapa setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi
5. Pembaca
dapat mengetahui peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
6. Pembaca
dapat mengetahui Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi
dengan Masjid dan Kesultanan langkat
7. Pembaca
dapat mengetahui bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan unsur pra islam
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.HASIL LAPORAN
1. Sejarah Pendirian Masjid
Azizi Di Kesultanan Langkat
Masjid Azizi adalah masjid peninggalan
Kesultanan Langkat yang berada di kota Tanjung Pura, Kabupaten Langkat,
Sumatera Utara yang merupakan ibukota kesultanan Langkat di masa lalu. Masjid
ini terletak di tepi jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Medan dengan
Banda Aceh. Keindahan.Masjid Azizi dibangun atas anjuran Syekh Abdul Wahab Babussalam pada masa
pemerintahan Sultan Musa al-Muazzamsyah. Masjid
Azizi Tanjung Pura ini didirikan pada dua generasi kesultanan Langkat.
Pembangunan masjid yang pertama Mulai dibangun pada Masjid ini didirikan pada 12 Rabiul
Awal tahun 1320 H (1899M) atau setidaknya 149
tahun sejak Langkat resmi berdiri sebagai Kesultanan, namun Sultan Musa wafat
sebelum pembangunan masjid selesai dilaksanakan.
Pembangunan diteruskan oleh putranya yang bergelar Sultan Abdul Aziz Djalil
Rachmat Syah (1897-1927) Sultan Langkat ke-7. Kemudian diberi nama dengan Azizi
sesuai dengan nama Sulthan Tengku Abdul Aziz, masjid ini memiliki kemegahan dan
keindahan, masjid ini dapat menampung ribuan jema`ah, berdiri
di tanah seluas 18.000 M2. dan selesai di bangun dalam tempo waktu 18 bulan, dibuat
oleh kontraktor berkebangsaan Jerman. Masjid Azizi diresmikan sendiri oleh
Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi
Muhammad Saw dan peringatan perubahan Kerajaan menjadi kesultanan Langkat pada
tanggal 12 Rabiul Awal 1320H (13 Juni 1902 M) menghabiskan dana sekitar 200,000
Ringgit dan dinamai masjid Azizi sesuai dengan nama Sultan Abdul Aziz Djalil
RachmatSyah. Menurut informasi yang saya dapat bahwa
masjid azizi ini belum pernah ada renovasi berupa perombakan bangunan nya sejak
didirikan paling hanya penggantian cat saja. Pada saat szaya melakukan
kunjungan saya mendapati rumor bahwa , dahulu masjid azizi ini memiliki arah
kiblat yang salah dimana masjid tidah mengarah ke barat. Tapi dengan
kekuatan batin dari Sultan Abdul Aziz Djalil RachmatSyah
ia membenarkan kibklat masjid ini.
2.
Arsitektur Masjid Azizi
Bukti fisik dari kebesaran
Kesultanan Melayu Langkat ini adalah berupa bangunan masjid yang memiliki
arsitektur bernilai tinggi, yaitu masjid Azizi Tanjung Pura.Keindahan Masjid
Azizi ini kemudian dijadikan rujukan pembangunan Masjid Zahir di Kedah,
Malaysia, hingga kedua masjid tersebut memiliki kemiripan satu dengan yang
lain. Rancangan masjid ditangani oleh seorang arsitek berkebangsaan Jerman,
para pekerjanya banyak dari etnis Tionghoa dan masyarakat Langkat sendiri.
Sedangkan bahan bangunan didatangkan dari Penang Malaysia dan Singapura dengan
menggunakan kapal ke Tanjungpura. Sedangkan keramik dinding dan lantai jelas
bercorak Cina dan Eropa..Masjid Azizi bercorak campuran Timur Tengah dan India
dengan banyak .Lampu gantung berwarna perak (dulu berwarna kuning karena terbuat
dari kuningan dan kemudian disepuh perak) berasal dari Negeri Belanda .Bangunan
induk berukuran 25 × 25 m dan tinggi ± 30 m. Ketiga sisi Masjid dilengkapi
dengan serambi masing masing di sisi timur, utara dan selatan, masing masing
serambi ini berhubungan langsung dengan koridor di tiga sisi masjid dan
langsung menuju ke pintu masuk. Tiang serambi yang berdiri di sisi kiri dan
kanannya berbentuk persegi delapan mirip menara dalam ukuran kecil dengan
bagian ujungnya berbentuk kuncup bunga. Serambi dan teras masjid dilengkapi
dengan pilar pilar dan lengkungan khas timur tengah dihias dengan kaligrafi,
bentuk bentuk geometris dan ukiran floral. Ruang utama masjid dindingnya empat
persegi panjang berukuran 20 × 20 m. Lantai ruang utama tadinya berlapis keramik
tapi kini diganti dengan marmer, sisanya lantai keramiknya masih dapat dilihat
di bagian tengah lantai ruang utama. Bagian dinding luar ruang utama dihiasi
dengan kaligrafi al-Qur’an, hiasan geometris, dan floraral. Dinding bagian
dalam ruang utama penuh dengan hiasan, sisi bawahnya dilapisi marmer, sedangkan
sisi atasnya dihiasi kaligrafi al-Qur’an, bentuk geometris dan floral. Mihrab
dan mimbar masjid Azizi terbuat dari marmer. Yang menjadi ciri khas bangunan
dari masjid Azizi ini adalah ornamen warna khas Melayu Islam yaitu kuning.
Serta arsitektur bangunan fisik kubah dan menara yang dilihat dari luar tampak
seperti bangunan masjid Islam di India. Sementara arsitektur dalam masjid
tampak seperti bangunan masjid pada masa Ottoman Turki yang dipenuhi tulisan
kaligrafi Arab pada dinding-dinging tembok masjid. Menara masjid terletak di
timur laut masjid dengan tinggi sekitar 60 meter serta ukiran pada
pintu-pintunya bernuansa arsitektur Tiongkok. Menara ini memiliki tangga yang
berputar didalam menara dengan jumlah nya 121. Menara dilengkapi 2 lantai yang
pertama memiliki 56 tangga dan yang kedua memiliki 65 tangga. Saya bersyukur
saya dapat berkesempatan menaiki menara hingga ke lantai dua nya. Disana saya
sangat menikmati pemandangan langkat dan keindahan masjid azizi secara
keseluruhan. Bagian bawah menara dilengkapi sebuah pintu. Bagian kedua dihiasi
dengan sebuah jendela lengkung pada setiap sisinya. Bagian atapnya berbentuk
kubah dengan bulan di puncaknya. Bangunan utamanya bercorak Timur Tengah dan
India dengan lebih dari sembilan kubah. Di dalamnya terdapat bangunan segi
sembilan dengan tiang menjulang ke atas. Tempat khatib berkhutbah berbentuk
mihrab berundak yang cukup tinggi seperti pelaminan raja. Disisi masjid
terdapat perpustakaan amir hamzam yang bernama Balai Pustaka Amir Hamzah.
Didalamnya kita dapat menjumpai peninggalan amir hamzah berupa buku karangan
nya dan beberapa foto mengenai kesultanan langkat. Namun sangat disayang
kan,saya tak dapat masuk kedalam nya dikarenakan juru kunci tidak berada
ditempat. Jadi saya hanya dapat melihat dan mengabadikan nya dari jauh melalui
jendela nya.Masjid ini mirip bangunan masjid raya Kesultanan Deli di Medan,
karena bagaimanapun Langkat dan Deli masih ada hubungan kekerabatan. Demikian
juga, bangunan Masjid Zahir di Kedah mirip dengan masjid Azizi ini. Itu
barangkali karena Sultan Langkat pernah memiliki hubungan perkawinan dengan
Sultan Kedah.
3.
Bentuk
kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat
Banyak sekali kepedulian yang
diberikan para sultan langkat kepada masyarakatnya diantaranya dengan
dibangunnya Masjid azizi ini sendiri. Sultan memiliki pemikiran bahwa islam
akan berkembang . jadi, ia berinisiatif untuk membangun masjid guna kepentingan
rakyatnya dikemudian hari dan para sultan juga membangun madrasah yang bernama
Masrurah. Pada awalnya madrasah (maktab) ini hanya disediakan untuk anak-anak
keturunan raja dan bangsawan saja, namun pada perkembangannya maktab ini
memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk dapat belajar dan menuntut ilmu.Di
madrasah ini dapat kita jumpai tokoh-tokoh terkenal yang pernah menimba ilmu di
madrasah ini seperti Adam Malik yang pernah menjabat sebagai wakil presiden
Indonesia dan T.Amir Hamzah yang kita kenal sebagai pahlawan nasional dan
penyair angkatan balai pustaka. Bangunan induknya berlantai dua.
Jendela-jendela lebar berwarna hijau menghiasi dinding bangunan bercorak klasik
yang berwarna kuning. lembaga pendidikan yang dibangun oleh Sultan Langkat Abdul
Azis Abdul Djalil Rahmadsyah pada 22 Muharam 1330 H atau 15 Desember 1912 M.
Pada awal pembangunannya, didirikan tiga lembaga pendidikan, yakni Madrasah
Al-Masrullah pada 1912, Madrasah Al-Aziziah pada 1914, dan Madrasah Mahmudiyah
pada 1921Langkat Tak hanya ini saya juga mendapat kan informasi bahwasanya ,
Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah memanggil tuan guru dari Rokan Tengah
(Riau) beliau adalah Syekh Abdul Wahab Rokan dikenal juga dengan Syekh Basilam
yang merupakan murid dari Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Qubais Mekkah. Beliau
lah yang mengajari masyarakat langkat dalam beragama. Beliau juga yang
membangun perkampungan islam di besillam. Dikampung inilah pusat penyebaran
Tharikat Naqsybandiah. Pendidiknya
adalah para tuan guru yang didatangkan langsung dari Kairo (Mesir), Saudi
Arabia, dan negeri-negeri Timur Tengah lainnya. Biaya pendidikan pun ditanggung
oleh Kesultanan. Bahkan, untuk murid-murid yang berprestasi, ada semacam
beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, baik ke Mekkah, Madinah,
maupun Mesir.
4.
Setiap
tahunnya diadakan festival masjid azizi peninggalan kesultanan langkat yang
berada di Museum Langkat
Di masjid Azizi Tanjung Pura setiap tahunnya
diadakan Festival Azizi ini merupakan perayaan tahunan untuk memperingati wafatnya
Sang Guru Sjech Rokan sang pendiri perkampungan Babasussalam di Tanjung Pura.
Kegiatannya beragam, mulai dari lomba barzanzi, azan, marhaban, dan baca puisi.
Babussalam Syeikh Abdul Wahab Rokan, yang dikenal sebagai ulama penyebar
Tariqat Naqsabandiah. Pengikutnya menyebar hingga ke Aceh, Sumut, Sumbar, Riau,
Jambi, dan negara-negara AsiaTenggara. Menurut informasi,festiva azizi ini
sebenarnya tidak ada hubungan dengan masjid azizi dan sejarah nya. Tapi, hanya
karena tempat diadakannya festival adalah masjid azizi maka acara ini diberi
nama festivalazizi.
5.
Peninggalan
kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
Museum
daerah Kabupaten Langkat terletak di kota Tanjung Pura. Keberadaan Museum
Daerah ini dirintis pada tahun 2003 dengan memanfaatkan gedung bekas Kerajaan
Sultan Langkat yang didirikan pada tahun 1905. Museum ini terletak di Jl. T.
Amir Hamzah dan tidak seberapa jauh dari Mesjid Azizi Tanjung Pura. Keberadaan
museum ini dalam kiprahnya terus berusaha untuk melengkapi benda-benda khasanah
peninggalan sejarah dan juga benda-benda budaya dari beberapa etnis yang ada di
Kabupaten Langkat seperti Melayu, Karo dan Jawa. Dengan luas gedung sekitar
1500 m2, terhimpun menyimpan, merawat dan memperkenalkan aneka ragam
benda/barang antara lain: benda/barang milik pribadi T. Amir Hamzah, khasanah
berbagai peralatan rumah tangga, alat musik, busana, alat permainan tradisonal
dan lain-lain, peralatan buda dan miniatur rumah daerah Jawa, Budaya Karo dan
juga miniatur rumah adat Karo, peralatan perjuangan pada masa sebelum
kemerdekaan, benda-benda peninggalan Tuan Guru Babussalam, seperti foto Tuan
Guru Babussalam I sampai dengan yang sekarang dan banyak lagi yang lainnya,
miniatur Mesjid Azizi, serta miniatur Rumah T. Amir Hamzah, Replika Singgasana
Sultan Langkat. Pada dinding-dinding dipajangkan pula foto-foto mantan
pemimpin-pemimpin kabupaten Langkat seperti foto-foto para Bupati, Ketua DPRD
Kabupaten Langkat dan lain-lain.
6.
Hubungan
orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan masjid dan Kesultanan
langkat
Pada sisi barat di luar bangunan masjid
Azizi terdapat makam para sultan Langkat yaitu Sultan Musa, Sultan Abdul Azizi
dan Sultan Mahmud, serta makam guru ngaji para sultan Langkat yaitu Sjech
Muhammad Yusuf. Lalu terdapat makam para permaisuri dan anak cucu keluarga
kesultanan langkat.Selain itu terdapat juga makam dari pujangga dan pahlawan
nasional Tengku Amir Hamzah diluar makam sultan namun tetap berada di area
masjid azizi. Dan terdapat makam umum bagi masyarakat langkat yang memiliki
kartu pemakaman. Tidak ada syarat khusus untuk dimakamkan di area ini ,cukup
hanya dengan memiliki keluarga yang berada dilangkat kita dapat meminta tanah
perkuburan disana. orang-orang yang dimakamkan di area ini pastilah memiliki hubungan
yang sangat erat baik peran dalam masjid azizi maupun kesultanan langkat itu
sendiri. Seperti yang dapat kita ambil contoh yaitu makam Sultan Abdul Azizi
yang medmiliki peran dalam pembangunan masjid azizi dan perkembangan pendidikan
di langkat serta memerintah kesultanan langkat. Selanjutnya, sjech Muhammad
Yusuf adalah guru ngaji yang mengajarkan masyarakat langkat. Beliau merupakan
murid dari sjech abdul wahab rokan yang berasal dari riau. Tidak lupa pula sang
pahlawan nasional dan penyair angkatan balai pustaka yang taka asing bagi kita
yaitu T.Amir Hamzah salah seorang menantu dari sultan Mahmud. T.Amir Hamzah
juga dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan bangsawan . namun, ia adalah
orang yang sederhana,alim,bijaksana. Beliau wafat pada saat revolusi kesultanan
langkat di istana langkat tahun 1946.
7.
Bentuk
akulturasi dari Masjid Azizi dengan unsur pra islam
Pada masjid ini jelas terlihat
perpaduan antara unsure islam dengan pra islam. Masjid ini mendapat akulturasi
dari budaya hindu-budha yaitu dengan ada nya menara di sisi timur masjid. Untuk
islam sendiri sebenarnya tidak ada menara yang berfungsi sebagai tempat
mengumandangkan azan. Masjid kuno Indonesia menandai masuknya waktu shalat
hanya cukup dengan memukul beduk atau kentongan. namun, masjid tetap boleh menggunakan menara karena tidak ada larangan
tertentu dalam agama selagi tidak melanggar syariat agama. Hal ini dianggap
karena islam menghargai budaya yang masuk ke Indonesia sebelum islam masuk ke
Indonesia. Serta jika kita amati lebih teliti ,kuburan dari para sultan langkat
pun mendapatkan akulturasi budaya lama yaitu diamana bentuk dari kuburannya
sendiri bertingkat-tingkat atau berundak-undak yang ada pada masa praaksara.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.Kesimpulan
Masjid azizi dibangun
selama dua periode yang pertama oleh sultan musa dan setelah sultan musa
meninggal pembangunan dilanjutkan oleh anak nya sultan abdul aziz syah.
Arsitektur masjid azizi ini adalah seorang kebangsaan Jerman serta bahannya
berasal dari Malaysia dan Singapore. Kepedulian sultan jelas terlihat dengan
adanya makhtab Masrurah dan masjid azizi ini sendiri. setiap tahunnya di masjid
azizi mengadakan festival azizi. Festival ini dibuat untuk memperingati haul
nya sjeh abdul wahab rokan. Banyak peninggalan kesultanan langkat di museum
langkat yang dulunya merupakan balai kerapatan kesultanan langkat .Agar anak
cucu yang akan datang dapat melihat nya. Di area masjid azizi ini pun terdapat
makam-makam yang sangat berpengaruh di langkat seperti para sultan beserta
keluarganya, T.Amir Hamzah, dan masyarakat langkat sendiri. jika kita
memperhatikan masjid ini tampak terlihat bahwa masjid ini mendapat akulturasi
dari budaya lama seperti adanya menara (hindu-buddha) dan bentuk dari kuburan
yang bertingkat atau undak-undak(pra aksara)
B.Saran
Saya selaku penulis memberikan saran sebagai berikut
:
1. Perawatan
masjid azizi ini sendiri. karena sewaktu saya datang saya menjumpai sampah yang
tak lazim keberadaan nya. Walaupun tidak banyak namun cukup mengganggu
pandangan mata.
2. Saya
berharap museum langkat dapat dibuka setiap hari dan dalam waktu buka yang
lebih lama dan sebaiknya juru kunci museum sendiri bertempat tinggal tak jauh
dari museum. Karan ,sewaktu saya datang saya tidak bisa masuk ke dalam museum
karena pada saat itu adalah hari libur dan ketika ingin minta izin untuk masuk
ke museum ternyata rumah juru kunci nya berada di stabat.
No comments:
Post a Comment