KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana atas berkat dan rahmatnya saya selaku penelis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “PARAPAT KOTA TURIS DAN TANGISANKU”. Disusun untuk melengkapi tugas-tugas sebelumnya, XII PIS – 1.
Begitu banyak kesulitan yang dihadapi penulis, akan tetapi berkat izin Allah SWT dan bantuan bapak MC sebagai guru kimia yang selalu memberikan arahan. akhirnya karya tulis ilmiah ini dapat terselesaikan, untuk itulah penulis sangat berterimakasih kepada bapak. Penulis juga menyadari banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini dengan hormat,ketulusan dan kerendahan hati,penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak (nama guru) selaku guru
2. Teristimewa kedua orang tua tercinta Ayahanda dan Ibunda yang tak pernah henti memberikan doa,semangat,dukungan baik moril maupun materil serta keikhlasan untuk setiap langkah penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah di Kelas XII PIS – 1
3. Keluarga besar XII PIS-1 Tahun Ajaran 2016/2017 yang selalu memberikan doa,dorongan dan kerjasama yang baik.
Dengan segala keterbatasan, penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca yang bersifat membangun . Akhirnya penulis dengan penuh harapan agar kiranya laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Binjai, 31 Januari 2017
Penulis,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………..………………… i
DAFTAR ISI……………………………………………………………… iii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………….... 1
1.1 Latar Belakang Masalah………………………………... 1
1.2 Identifikasi Masalah......................................................... 2
1.3 Perumusan Masalah.......................................................... 2
1.4 Tujuan Penelitian………………………………….......... 3
1.5 Manfaat Penelitian……………........................................ 3
BAB II PEMBAHASAN................................................................... 4
2.1 Pesona parapat sebagai kota turis...................................... 4
2.2 Tingkat kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah
terhadap parapat................................................................ 9
2.3 Upaya mengatasi masalah pariwisata di danau toba........ 14
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN........................................... 16
3.1 Kesimpulan....................................................................... 16
3.2 Saran................................................................................. 16
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 17
LAMPIRAN................................................................................................. 18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Indonesia adalah surga sekaligus kisah nyata, bukan isapan jempol belaka atau romantisme dari masa lalu. Ada begitu banyak tempat indah yang tersembunyi di Indonesia. Sayangnya tempat-tempat itu belum digarap serius sebagai tujuan wisata. Jangankan membuat program wisata yang kreatif, membangun prasarananya saja kerap tidak dilakukan pemerintah.
Dalam beberapa tahun terakhir, bahkan keindahan sejumlah tempat terancam oleh eksploitasi alam yang salah dan serakah,padahal dengan pariwisata,daerah bisa mendapatkan penghasilan sekaligus memelihara alam selingkungannya.
Seperti halnya di kota Parapat,Danau Toba,Sumatra Utara potensi alam kurang dimaksimalkan oleh pemerintah maupun warga sekitarnya. Problem utama dari tidak berkembangnya pariwisata di Indonesia adalah ceteknya kesadaran akan potensi yang kita miliki. Congtohnya warga Parapat yang tinggal di sekitar Danau Toba sampai sekarang masih mencemari danau,seperti membuang sampah ke danau,membuang limbah rumah tangga ke danau, membuat keramba ikan di danau,ini menyebabkan banyak nya eceng gondok yang tumbuh, dan air pun sangat tercemar dan tidak steril lagi.
Tahun lalu, menurut catatan Badan Pusat Statistik, hanya ada 8 juta wisatawan asing yang datang berkunjung ke Indonesia. Jangankan dibandingkan dengan Prancis yang mampu mendatangkan 83 juta turis tahun lalu, jumlah wisatawan asing ke Indonesia masih jauh dari Malaysia, yang menurut United Nations World Tourism Organization kedatangan 25 juta pelancong pada 2012. Ini menempatkan Malaysia pada peringkat ke-10 negara dengan jumlah wisatawan asing terbanyak. Pemerintah Indonesia harus banyak berbenah lagi dalam pariwisata Indonesia .
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dikemukakan identifikasi masalah sebagai berikut :
1. Pesona parapat sebagai kota turis
2. Tingkat kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah terhadap kota parapat
3. Upaya mengatasi masalah pariwisata di parapat
1.3 Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut dapat ditarik beberapa pertanyaan sebagai rumusan masalah yang akan dibahas secara lebih mendalam. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :
1. Bagaimana pesona parapat sebagai kota turis?
2. Bagimana tingkat kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah terhadap kota parapat?
3. Apa Upaya mengatasi masalah pariwisata di parapat?
1.4 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas , tujuan penulisan makalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui bagimana pesona parapat sebagai kota turis
2. Untuk mengetahui bagimana tingkat kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah terhadap kota parapat
3. Untuk mengetahui apa upaya mengatasi masalah pariwisata di parapat
1.5 Manfaat Penulisan
Dari tujuan penulisan dapat kita ambil manfaat penulisan makalah adalah sebagai berikut :
1. Agar pembaca dapat mengetahui Pesona parapat sebagai kota turis
2. Agar pembaca mengetahui tingkat kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah terhadap kota parapat
3. Agar pembaca mengathui upaya mengatasi masalah pariwisata di parapat
BAB II
PEMBAHASAN
3.1 PESONA PARAPAT SEBAGAI KOTA TURIS
Parapat (disebutpula Prapat),adalahsebuah kelurahan di kecamatan GirsanSipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Di kelurahan ini merupakan salah satu akses menuju ke Danau Toba berjarak sekitar 48 km dari Kota Pemaatangsiantar. Parapat menjadi salah satu titik persinggahan penting dari Jalan Raya Lintas Sumatera bagian barat yang menghubungkan Medan dengan Padang.
Dari Parapat sendiri ada pelabuhan feri yang melayani perhubungan air ke Pulau Samosir tepatnya ke pelabuhan Ajibata. Bila tidak melalui Parapat, maka untuk mencapai Pulau Samosir lewat perhubungan darat seseorang harus mengitari tepian Danau Toba sampai ke Pangururan karena di sanalah Pulau Samosir berhubungan dengan daratan Pulau Sumatera.
Parapat sangat terkenal dengan keindahan danau tobanya. Kota ini menjadi objek wisata terkenal di Sumatera Utara. Bahkan, di era 1990-an, tepatnya sebelum tahun 1997, kota ini menjadi destinasi favorit para turis-turis luar negeri, terutama berasal dari Belanda, Malaysia, Singapura, Jerman, Jepang, Korea, bahkan ada juga yang berasal dari Amerika. Namun, pada tahun 1997, terjadi gejolak krisis moneter yang membuat para turis menjadi enggan berwisata ke tempat ini. Meski demikian, masyarakat Parapat dan pemerintah berjuang untuk memajukan pariwisata Parapat.
Upaya pengembangan danau toba sebagai destinasi wisata berkelas dunia pernah dilakukan oleh pemerintahean era soeharto. Saat itu, kajian pengembangan dilakukan secara serius dan mendalam dengan menggandeng lembaga japan international cooperation agency (JAICA)
Kajian dari JAICA itu dilakukan secara komprehensif dikaji secar makro pengembangan danau toba.antara lain direkomendasikan parapat sebagai basis kota turis “ujar faried moertolo di jakarta.Mantan direktur pemasaran dalam negeri kementerian pariwisata M Faried Moertolo menjelskan hasil kajian lembaga dari jepang itu merekomendasikan parapat sebagai kota turis.
Bila berkunjung ke Parapat, kita akan menemukan beberapa tempat yang bisa kita kunjungi. Rumah pengasingan mantan Presiden RI yang pertama, Soekarno, ada di Parapat meski tidak banyak orang yang tahu keberadaannya. Ada juga beberapa kawasan tertentu dimana kita bisa berenang menikmati sejuknya air danau Toba, seperti di daerah Pantai Kasih, Pantai Ujung, batu gantung dan beberapa kawasan lain disekitarnya. Sebagai informasi, masyarakat Parapat menyebut Pantai atau Pante untuk daerah yang memiliki pasir putih (dulunya;karena sekarang nyaris sulit menemukan pantai dengan pasir putih dipinggirannya). Selain berenang, Anda juga bisa menyewa speedboat atau sepeda air untuk menikmati pemandangan di sekitar danau Toba, Parapat.
Untuk membeli oleh-oleh khas Parapat, Anda bisa membeli mangga dan kacang garing yang dimasak dengan menggunakan pasir. Jangan lupa juga mengunjungi beberapa kios suvenir yang menjual kerajinan-kerajinan khas suku Batak maupun khas danau Toba, yang terletak di sekitar Jalan Haranggaol dan dekat kawasan pantai yang disebut diatas.
Kota ini juga merupakan salah satu tujuan pariwisata yang berada di Sumatera Utara, bahkan eksotika kota ini pun telah terkenal hingga ke mancanegara. Kota di tepian Danau Toba ini menjadi saksi bisu sejarah bangsa Indonesia, dikota ini Pada akhir tahun 1948 Presiden RI ke 1 Ir. Soekarno pernah diasingkan di pesanggrahan milik perkebunan belanda.
Dari rumah pengasingan ini Bung Karno bisa menikmati keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba. Rumah berlantai 2 yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1820 dengan ukuran 10 x 20 m dan dikelilingi taman kira-kira seluas Dua hektar.
Pemandangan di sekitar rumah pengasingan ini pun sangat menarik, sejauh mata memandang terlihat perairan Danau Toba yang luas membentang dan tampak begitu jernih dikelilingi oleh perbukitan yang tampak berwarna hijau kebiruan dan Pulau Samosir juga terlihat di kejauhan.
Sesekali melintas perahu masyarakat, speedboat atau kapal penumpang yang melintas menuju Pulau Samosir. Panorama pemandangan di wisma pesanggrahan Soekarno tersebut telah memberikan nilai tambah tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ketempat bersejarah ini.
Halaman dan bangunan taman di sekitar pesanggrahan ini tertata rapi dengan beberapa bentuk seperti pada masa tempo dulu (terbuat dari kayu). Apabila kita memasuki kawasan ini, maka Anda akan merasakan seperti berada dalam sebuah moment tempo dulu.
Untuk melihat situs legenda batu gantung atau sepeda air dan menikmati pemandangan di sekitar danau Toba dan kota Parapat serta mengunjungi beberapa kios suvenir yang menjual kerajinan-kerajinan khas suku Batak maupun khas danau Toba untuk membeli oleh-oleh khas Parapat kita dapat menggunakan speadboat atau kapal ferry dengan tarif yang cukup terjangkau.
Batu gantung memang terlihat sangat unik dan menjadi legenda tersendiri untuk Kota Parapat. Saat anda berkunjung ke Danau Toba akan melihat sebuah pemandangan yang mengagumkan, melihat sebuah batu berukuran sebesar manusia dapat tergantung dan menempel kokoh disebuah tebing yang menjulang tinggi serta danau di bawahnya.
Batu Gantung merupakan sebuah keajaiban alam dengan sebuah legenda yang merakyat, benar tidaknya sebuah legenda bukanlah suatu permasalahan. Kita hanya dapat menikmati pesona dan keunikkan yang dimiliki oleh wisata Batu gantung yang eksotis tersebut.
Tempat mempesona lainnya adalah Tuk tuk yang terletak di semenanjung Pulau Samosir ialah sebuah desa yang sangat eksotis di pesisir Danau Toba. Berjarak 4 kilometer dari tomok, letak tuk tuk lumayan dekat dengan pintu Pulau Samosir.
Bahkan tuk tuk adalah tempat singgah yang paling diminati bagi para turis lokal maupun turis asing selama mereka menikmati liburan di Pulau Samosir.Setelah sampai di tuk tuk, kamu akan mengagumi tatanan desa yang sangat rapi, bersih dan asri. Desa tersebut dapat menghipnotis kamu untuk singgah dan menikmati malam di Pulau Samosir.
Tuk tuk adalah destinasi wisata yang sarat akan eksotisme dari pemandangan alamnya. Tempat ini juga dapat memanjakan kamu untuk menikmati keindahan Danau Toba yang sangat ajaib.Tempat yang menjadi pusat kegiatan para wisatawan yang ingin melewatkan malam di Samosir tersebug juga sudah dilengkapi dengan fasilitas yang sangat memadai.
Sebagai salah satu keajaiban dunia, Danau Toba banyak menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Pemandangan Danau Toba itu semuanya indah kemanapun mata memandang jauh ke danau semuanya indah. Danau Toba dan barisan pegunungan adalah lukisan alam terindah maha karya Tuhan sang Pencipta. Di Pulau Samosir kita akan menemukan keajaiban-keajaiban lainnya “Permata di tengah danau”. Hanya tinggal selangkah lagi mewujudkan Danau Toba sebagai “Monaco of Asia”.
Demi mengembangkan Danau Toba menjadi tujuan wisata kelas dunia seperti Bali, pemerintah mendorong percepatan pengembangan Danau Toba menjadi Monaconya Asia. Menghidupkan kembali wisata Danau Toba yang pernah menjadi tujuan wisata favorit turis mancanegara pada era tahun 1990-an dan merupakan harapan besar bagi rakyat Sumatera Utara, umumnya Indonesia.
2.2 TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAH TERHADAP KOTA PARAPAT
Pembangunan pariwisata kelas dunia di Danau Toba bila tidak ditangani dengan baik atau tidak direncanakan dengan matang, dapat menyebabkan kerusakan baik secara lingkungan maupun dampak-dampak negatif terhadap sejarah, ekonomi maupun sosial.
Pengembangan suatu obyek wisata yang dilakukan dengan baik akan menghasilkan hal positif dan pendapatan ekonomi yang baik juga untuk komunitas setempat. Namun bagaimana kita menjaga agar yang positif lebih banyak diterima daripada yang negatif.
Parapat termasuk satu dari berjuta-juta potensi alam Indonesia yang sudah banyak dikenal oleh turis mancanegara. Karena terletak di Danau Toba parapat tak jarang menjadi destinasi wisata. Namun seiring dengan berjalannya waktu Parapat kehilangan sinarnya, turis dalam negeri dan turis luar negeri sekarang mulai kurang untuk berkunjung ke Parapat. Ada beberapa faktor pendorong yang menyebabkan kurangnya turis yang berkunjung ke Parapat yaitu;
1. Terjadinya kerusakan hutan dan lingkunga sekitar danau toba yang cukup parah, seperti gundulnya hutan yang ada diperbukitan danau,yang mengurangi kesejukan,kenyamanan,maupun keindahan Danau Toba
2. Pembakaran hutan di perbukitan yang kerap kali dilakukan masyarakat. Ini dilakukan untuk memanggil hujan dan membuka lahan pertanian yang baru. Hal ini mengurangi kesejukan,keindahan dan mencemari udara sekitar dengan asap pembakaran hutan.
3. Kualitas udara tercemar pabrik TPL. Di Toba, Aqua Farm membuang pakan ikan, mengakibatkan air tercemar hingga kualitas air Danau buruk, bau, dan tidak layak minum. Jauh masa lalu, air Toba bisa diminum
4. Kebersihan juga tidak terjaga, masyarakat di Parapat kerap membuang limbah rumah tangga ke danau tanpa menyadari tercemarnya ekosistem di Danau
5. Melakukan kegiatan mencuci dan kakus di Danau. Ini merupakan satu pemicu yang menyebabkan turis engggan datang ke Parapat, lantaran warga sekitar yang membuang air besar atau saluran kotoran kamar mandi dialirkan langsung ke danau,inilah yang menyebabkan tumbuhnya eceng gondok di permukaan danau dan turis merasa jijik karena baik itu kotoran manusia atau pun sampah plastic semua mengapung di permukaan danau
6. Lamanya perjalanan yang di tempuh untuk sampai ke Parapat
7. Transportasi yang kurang memadai dan masih belum layak
8. Pelayanan dan penataan tempat wisata yang masih belum baik.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki danau Toba, sangat memungkinkan untuk peningkatan mutu ekonomi masyarakat Sumut. Namun pada kenyataannya, masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Jumlah wisatawan yang datang ke danau Toba masih jauh di bawah Bali atau Jogja. Berbagai isu tentang menurunnya permukaan air danau Toba yang juga artinya menurunkan produksi listrik yang dihasilkan.Terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki berkaitan dengan kegagalan Sumut memanfaatkan potensi danau Toba untuk memajukan perekonomian Sumut. Diantaranya yakni :
1. Pemeliharaan Budaya
Produk budaya merupakan satu hal yang menjadi daya tarik sebuah DTW. Danau Toba dengan suku batak yang bermukim di KDT sebenarnya telah memiliki hal itu. Namun sayangnya, kian hari masyarakat justru meninggalkan kesenian, adat istiadat serta budaya mereka. Tak terkecuali masyarakat batak. Turis asing berbondong-bondong ke danau Toba selain ingin melihat alamnya juga ingin melihat tradisi lokal. Kita justru berlomba-lomba agar terlihat kebarat-baratan. Masyarakat harus sadar dan kembali mempertahankan budaya lokal agar tak hilang, sekaligus untuk menarik kembali wisatawan.2. Penggalakkan Kembali Sapta Pesona
Dilihat dari gelagatnya, pelaku pariwisata di KDT tampaknya kurang memahami makna sapta pesona. Banyak turis domestik yang mengeluh akan sikap apriori penjual aksesoris di KDT. Sapta pesona diterapkan bukan untuk turis mancanegara saja, justru turis domestik haruslah menjadi fokus perhatian.
3. Perbaikan Infrastruktur
Hal ini sangat penting diperhatikan. Dukungan infrastruktur yang baik akan menimbulkan kesan yang baik pula di hati para pengunjung. Apalagi negara yang masyarakatnya suka bepergian, rata-rata adalah masyarakat dari negara maju yang infrastruktur di negaranya sangat baik.
4 . Pemeliharaan Alam
Danau Toba memegang peranan penting dalam keseimbangan ekosistem dunia. Pemanfaatannya harus tetap memperhatikan keseimbangan alam. Jangan sampai merusaknya hanya untuk mengejar nilai ekonomi semata.
5. Kerja Sama Seluruh Pihak
Memanfaatkan dan menjaga keseimbangan alam danau Toba memerlukan kerjasama seluruh pihak. Masyarakat, pemerintah dan seluruh stekholder terkait. Tak cukup hanya kesadaran masyarakat. Tak cukup hanya niat baik pemerintah. Seluruh pihak harus ikut serta.
Danau Toba memiliki potensi besar untuk menjadi sumber sekaligus membangkitkan sektor ekonomi Sumut. Tidak mudah memang untuk mencapai ke titik tersebut ditengah kecamuk masalah global. Namun harus diingat, danau Toba memiliki potensi itu. Tinggal bagaimana kita sebagai masyarakat Sumut dalam mengambil sikap, mengabaikannya atau segera atur strategi sebelum diambil alih oleh investor asing seperti potensi-potensi lain di negeri ini.
Masyarakat yang berada di kawasan Danau Toba mempunyai peran yang sangat penting, karena mau tidak mau terlibat langsung dalam aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan pariwisata di daerah “Monaco of Asia” tersebut. Menjaga keamanan lingkungan sekitar sehingga membuat wisatawan yakin, tenang, aman selama mereka berada di obyek wisata tersebut.
Bangunan disekitar danau toba jor-joran tanpa perencanaan komprehensif asal mendapatkan izin dari pemda,investor masuk,hotel-hotel berdiri semrawut,mengabaikan aspek lingkungan . izin – izin sembarangan diproses, pejabat kucing-kucingan untuk mendapat upeti pengurusan izin. Kondisi demikian menjadi tantangan badan otoritas danau toba yang akan dibentuk pemerintahan jokowi –jk. Menurutnya , kondisi disekitar danau bukan perkara gampang untuk diselesaikan karena sudah terlanjur semrawut
Ditambah lagi masyarakat sekitar kota parapat hanya terus menerus melakukan promosi tentang keindahan dan obyek wisata yang ada disekitar parapt. Namun, masyarakat dan pemerintah daerah sekitar tidak memperhatikan kondisi lingkungan dan mengoreksi sumber daya manusia mereka sendiri.
Mereka sebagai orang parapat asli tidak acuh akan kondisi tersebut. Danau toba tidak lagi sebersih dan seindah bahkan sesejuk dahulu. Banyaknya eceng gondok di air danau toba sangatlah jelas menunjukkan betapa kotornya danau tersebut. Selain itu, kerambah yang diletakkan didalam danau membuat kotor air danau karena makanan ikan yang tidak habis di makan oleh ikan ikan yang ada didanau. Ditambahlagi toilet yang ada di sekitar danau toba atau masyarakat parapat di alirkan ke danau sehingga air menjadi subur. Pohon-pohon rindang ditebangi dan dijual secara ilegal oleh bebrapa kelompok yang terselebung.
Tidak hanya disekitaran danau toba, jalan jalan menuju danau juga berkeliaran anjing-anjing yang merusak pemandangan dan membuang kotoran disembarang tempat. Sampah – sampah nonorganik juga berserakan disepanjang trotoar.
Aspek sumberdaya manusia nya juga sangat rendah dan kurang bermoral. Masyarakat yang berjualan ada yang menipu para pembeli terutama turis dari mancanegara yang baru menginjakkan kaki ke parapat. Ada beberapa oknum yang menjual mangga dengan menaik-neikkan harga jual kepada turis, ada juga oknum yang mengurangi timbangan hanya untuk meraup keuntungan yang besar dan parahnya lagi mereka menipu dengan memasukkan mangga yang sudah busuk atau tidak masak untuk dijual kepada para pembeli. Kemudian, maraknya pungutan liar yang dilakukan oleh masyarakat sekitar guna mendapatkan keuntungan sepihak yang berimbas sangat merugikan pengunjung dan daerah.
Dan satu hal yang sangat kita miriskan sebagai warga indonesia yaitu kita yang membuat danau dan sekitara kota parapat menjadi kotor tetapi warga negara asing berkebangsaan jerman yang membersihkan kota parapat. Sungguh miris kita mempunya kekayaan alam yang sangat memukau tetapi sumberdaya manusia dan pemerintah tidak acuh akan keindahan ini.
2.3 UPAYA MENGATASI MASALAH PARIWISATA DI PARAPAT
Upaya yang dilakukan untuk memajukan pariwisata di danau Toba yaitu:
1. Dilakukan pensterilan danau dari kerambah ikan
2. Membangun penampungan limbah (sepsipteng) yang baik untuk warga
3. Menanam hutan yang telah gundul
4. Menyediakan tempat pembuangan sampah di sekitar tempat pariwisata, jika perlu tambahkan poster lingkungan hidup,atau slogan yang mengajak pengunjung maupun warga untuk senantiasa menjaga kelestarian Danau Toba
5. Menutup perusahaan yang berdampak buruk bagi ekosistem danau, lingkungan maupun bagi kehidupan warga sekitar.
6. Memberi pembelajaran, penyuluhan, seminar tentang pentingnya menjaga kelestarian danau dengan menghadirkan motivator terbaik,agar warga termotivasi menjaga kelestarian danau maupun memperbaiki perekonomian keluarga dengan memanfaatkan peluang yang ada
7. Membangun sarana prasarana seperti transportasi yang berstandart internasional. Dan akses jalan yang bagus.
8. Memberikan pelayanan yang ramah dan jujur, agar menunjang kenyamanan si pengunjung saat berwisata ke danau toba.
9. Pemerintah harus memikirkan program-program untuk membungkus potensi di Parapat agar lebih menarik.seperti menampilkan atraksi,tarian music,atau apa saja , yang menunjang turis untuk semakin ramai datang
10. Membuat tempat bermain air yang menarik tetapi juga tetap menjaga kelestarian alam.
Keseriusan dan kerja keras pemerintah sangat di perlukan agar dapat terlaksananhya upaya ini. Begitu juga dengan kesadaran warganya ,dengan begitu maka dapat terwujudlah destinasi wisata yang maju.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Parapat adalah kota indah yang memiliki banyak kekayaan obytek wisata yang mampu mendatangkan pundi-pundi uang untuk masayarakat sekityar parapat dan pemerintah daerah serta beberapa pengusaha yang turut bergabung didalamnya dan sebagai tempat refreshing bagi pengunjung baik turis lokal maupun turis manca negara. Namun sangat disayangkan, keindahan ini tidak dijaga oleh kelompok-kelompok tersebut. Mereka hanya mengurusi apa yang untung bagi mereka tetapi keadaan lingkungan dan kenyamanan pengunjung dikesampingkan. Untuk itu, pemerintah harusnya turut andil dan mengawasi kota parapat agar kembali bersih,indah dan sejuk seperti tahun 90-an.
3.2 Saran
Penulis berharap agar kita sebagai bangsa Indonesia dapat turut ambil serta dalam proses pengembangan sektor wisata di parapat jangan sampai kita sebagai warga indonesia malu dihadapan turis manca negara dan jangan sampai kota ini sampai dikuasai asing.Penulis juga menyarankan kepada pembaca agar dapat membangun kehidupan bersama, dan bekerja sama satu sama lain. Karena kita adalah makhluk sosial yang saling ketergantungan antara sesama .
No comments:
Post a Comment